Thursday, 16 July 2020

Cetak Pengusaha E-Commerce Handal, PKW-CSR 2020 Gelar Pelatihan Pemasaran Online

Peserta Pelatihan Pemasaran Online
Universitas Malikussaleh bekerjasama dengan Politeknik Negeri Lhokseuamwe menggelar Pelatihan Pemasaran Online diberikan kepada masyarakat Gampong Hagu Selatan Kota Lhokseuamwe selama tiga hari, yaitu Selasa sampai kamis, (14-16/07/2020) yang dibuka secara resmi oleh Ketua LPPM Unimal, Dr. Muhammad Daud, ST., MT.

Ketua LPPM Unimal mengatakan bahwa pelatihan pemasaran online ini sebagai upaya kampus dalam mendorong masyarakat di Kota Lhokseuamwe bertranformasi kearah digital. Masyarakat harus mulai memaksimalkan dan aktif memasarkan produknya secara online termasuk di market place Facebook.
Sambutan Ketua LPPM Unimal, Dr. Muhammad Daud, ST, MT

Pelatihan pemasaran online angkatan I ini diikuti sebanyak 30 peserta. Pelatihan perdana di era New Normal ini akan berlangsung hingga 16 Juli 2020 dengan menghadirkan pemateri dari OLG Indonesia, Muhammad Nasir.

Materi yang diberikan founder OLG Indonesia tersebut mencakup:
1. Memperkenalkan jual beli online;
2. Manfaat Jual beli online;
3. Menjual tanpa modal (Dropship);
4. Berjualan di Facebook (mempersiapkan akun halaman facebook, persiapan produk, dan analisa);
5. Sistem promosi di market place (content marketing, postingan ke group, facebook Ads); dan
6. Evaluasi
Antusiasme Peserta Pelatihan

Ketua pelaksana, Dr. Mariyudi, SE, MM menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari Pengabdian kepada Masyarakat dalam skema Program Kemitraan Wilayah (PKW-CSR) dilangsungkan di dua tempat terpisah, yaitu di Kampus Pascasarjana Unimal di Sovt Kopi dalam dua hari yang berdeda pula.

Beliau menambahkan bahwa kegiatan tersebut bertajuk "Pelatihan Pemasaran Online: Berjualan Tanpa Modal di Masa Pandemi Covid-19" dengan tema “Pembangunan Gampong Tangguh Mandiri Pencegahan Covid-19”.

Ketua pelaksana PKW-CSR, Dr. Mariyudi, SE, MM menuturkan program yang mendapat dukungan dari Mendikbud ini sebagai bagian dari percepatan penanganan coronavirus disease 2019 (COVID-19) dan terdiri atas beberapa kegiatan berbentuk pengabdian kepada mayarakat, seperti:
1. Instalasi Fasilitas Cuci Tangan,
2. Sosialisasi Program Pembentukan Gampong Tangguh Covid-19,
3. Pelatihan Pemasaran Online:  Berjualan Tanpa Modal,
4. Pelatihan Komputer Bagi Aparatur Gampong, dan
5. Kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat produktif, serta Kegiatan berbasis kesehatan masyarakat dan lingkungan lainnya.

Tetap Mengikuti Protocol Covid-19

“Masyarakat harus aktif memasarkan produknya secara digital apalagi di era new normal saat ini. Pemasaran secara online/digital diyakini dapat meningkatkan omset penjualan produk masyarakat,"  demikian diungkapkan Zulfitrian, Geuchik Gampong Hagu Selatan.

"Mungkin selama ini kita sudah mendapatkan dan ikut memasarkan di market place. Namun, pemasaran melalui market place harus lebih dimaskimalkan dan foto produk yang ditampilkan juga harus menarik bagi konsumen," ujarnya.

Ia juga menuturkan bahwa masyarakat Hagu Selatan tidak boleh kalah dengan masyarakat dari daerah lain. Masyarakat Hagu Selatan harus mulai berubah, kreatif dan berinovasi dalam memasarkan produknya. Contohnya, peserta pelatihan bisa membuat video atau foto produknya secara sederhana tetapi menarik lalu men-share informasi melalui market place di aplikasi mobile facebook atau medsos lainnya”.

Pembuatan Akun MArket Place Facebook

Ditempat terpisah Rektor Unimal, Dr. Herman Fithra menyatakan internet dan teknologi sudah mengubah perilaku manusia dalam berbagai aspek kehidupan. Trend pertumbuhan ekonomi internet di Indonesia pada tahun 2018 mencapai $ 27 milliar dan mengutip data google, saat ini 97% orang akan mencari informasi di internet. Hal ini menunjukkan bahwa pemasaran melalui media internet mengalami pertumbuhan signifikan. Beliau mengharapkan kehadiran program PKW-CSR dapat menjembatani bahkan menjadi pemicu perkembangan produk lokal di pasar global terutama di masa pandemi covid-19 seperti saat ini.

Tim Tangguh 
(yd)


Post a comment